Search
Archives

Cerita Inspirasi

Kebahagiaan di Balik Sebuah Kegagalan

Hidup memang penuh dengan tantangan. Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam mencapai suatu tujuan, tak terkecuali saya. Namun, siapa sangka di balik setiap kegagalan pasti ada hikmah yang dapat kita petik, bisa saja melalui suatu hal yang tidak kita duga sebelumnya.
Belum lama ini saya mengalami cobaan yang cukup membuat saya terpukul. Ketika itu saya telah menerima pengumuman bahwa saya telah diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Statistika melalui jalur USMI. Awalnya saya merasa senang dan bangga, apalagi orangtua saya. Namun setelah dipikir-pikir kuliah di kota sendiri lebih enak daripada di luar kota yang akan menelan biaya yang lebih besar. Saya juga belum merasa puas dengan apa yang telah diberikan Tuhan. Saya masih ingin mencoba tes-tes masuk perguruan tinggi yang masih berada di provinsi tempat saya tinggal.
Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi yang lain sebanyak dua kali, dan itu semua dilandasi dengan penuh harapan. Semua telah saya lakukan untuk mencapai keberhasilan tersebut, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh dan berdoa, namun Tuhan berkehendak lain. Tak satupun tes yang saya ikuti menuai keberhasilan. Selama berminggu-minggu saya mengalami stress sampai-sampai saya jarang berbicara dengan anggota keluarga saya. Saya sering merenungi apa yang menyebabkan kegagalan saya di kamar. Dalam hati saya sering menjerit mengapa Tuhan tidak mengabulkan doa saya.
Memang saya menyadari betapa tidak bersyukurnya saya dengan apa yang telah saya terima. Tetapi semua itu ada alasannya, yaitu saya ingin kuliah di perguruan tinggi kedinasan yang tidak memakan biaya banyak. Saya hanya ingin meringankan beban orang tua, tetapi yang ada saya malah menghabiskan uang orangtua untuk menbeli formulir itu. Selain itu, saya juga masih ingin mencari yang lebih baik dari apa yang telah saya peroleh.
Sebulan kemudian, saya mendapat kabar dari sekolah bahwa saya memperoleh beasiswa dari IPB yang menanggung seluruh biaya pendidikan. Saya sempat terkejut mendengar kabar tersebut dikarenakan saya telah melanggar sedikit syarat untuk memperoleh beasiswa tersebut, yaitu pernah satu kali saya tidak masuk peringkat 25% terbaik di kelas.
Ternyata Tuhan tidak mungkin memberikan cobaan di luar kemampuan umatnya. Setelah mendengar kabar itu, akhirnya saya menyadari bahwa apa yang terbaik di mata manusia, tidak selalu yang terbaik di mata Tuhan. Tidak semua yang kita rencanakan sesuai dengan apa yang Tuhan rencanakan, walaupun kita telah berusaha keras untuk menggapainya. Sejak saat itu, saya dapat bangkit kembali dari keterpurukan mental saya selama ini. Itulah yang menginspirasi saya untuk dapat melanjutkan kuliah di IPB saat ini penuh dengan semangat baru.

Kesabaran dalam Menanti Sebuah Jawaban

Memiliki buah hati setelah menikah adalah dambaan setiap orang. Namun semua itu tidak terlepas dari kuasa Tuhan dan usaha manusia. Tak ada satupun di dunia ini yang terjadi tanpa campur tangan sang pencipta.
Tetangga  saya telah menikah kira-kira sepuluh tahun yang lalu. Sebelum menikah, mereka sangat berharap agar mendapatkan buah hati setahun setelah pernikahannya. Di mata orang-orang mereka adalah pasangan yang serasi. Berbagai pujian datang menghampiri mereka karena mereka memiliki banyak kesamaan yaitu sama-sama memiliki wajah yang mempesona dan sama-sama berasal dari keluarga terpandang. Selama berkeluarga, mereka hidup dengan penuh kebahagiaan.
Beberapa tahun kemudian, mereka mulai merasakan kejenuhan karena belum hadirnya seorang anak di tengah-tengah keluarga. Mereka akhirnya mulai berusaha mencari pengobatan yang berkaitan dengan kemandulan. Saking inginnya mereka memiliki anak, mereka rela manghabiskan uang ratusan juta rupiah untuk berobat ke Penang, Malaysia.
Beberapa tahun setelah mereka berobat, istrinya belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Mereka mulai merasakan keputusasaan karena usaha yang mereka lakukan belum menuai hasil. Bahkan yang sangat mengejutkan adalah mereka hampir saja mengurus surat perceraian. Namun karena keluarga mereka selalu memberi saran yang positif, akhirnya rencana perceraian itu dapat dibatalkan. Mereka saling introspeksi diri dan mulai menyadari bahwa mereka selama ini telah jauh dari Tuhan karena mereka selalu mengutamakan hal duniawi.
Sejak saat itu mereka mulai memprioritaskan hubungan mereka dengan Tuhan dan melatih kesabaran mereka dalam menanti jawaban doa mereka. Terhitung tujuh tahun setelah mereka menikah, dengan berbagai cobaan mereka hadapi, dan berbagai usaha yang telah mereka lakukan, akhirnya Tuhan memberikan seorang bayi perempuan yang lucu dan sehat. Selang dua tahun, mereka mendapatkan bayi laki-laki. Dengan kehadiran sepasang buah hati di tengah-tengah mereka, semakin sempurnalah kebahagiaan yang mereka miliki.
Cerita ini berhasil menginspirasi saya bahwa kesabaran mutlak kita miliki dalam menanti sebuah jawaban. Namun siapa sangka jawaban tersebut muncul setelah sekian lama kita nantikan. Selain itu, kita harus memiliki prinsip apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai, yang berarti bahwa usaha apa yang telah kita lakukan akan sebanding dengan hasil yang akan kita peroleh. Setiap usaha kita yang kita lakukan pasti ada nilainya. Kita harus yakin dan percaya bahwa tiada yang mustahil bagi Tuhan.